Al-Maghiibaat (Alam Ghaib)

Keilmuan manusia sangatlah terbatas, ibarat setetes air yang ada pada paruh burung di tengah lautan. Pengetahuannya sebatas yang dilihat, didengar, diraba (almahsusat) serta sebatas yang bisa dijangkau oleh akal pikiran (alma'qulat). Sepandai apapun manusia, jika dia bukan seorang Rasul, tidak akan pernah bisa mengetahui urusan ghaib (almaghibat).

Pengetahuan tentang urusan ghaib, diungkapkan oleh Allah SWT melalui khobar yang diterangkan oleh para Nabi. Haram hukumnya meyakini keberadaan yang ghaib yang hanya sebatas perkiraan tanpa adanya dalil-dalil yang shohih.

وَاللهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَتَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَاْلأَبْصَارَ وَاْلأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ {78}

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Qs. An-Nahl : 78)

عَالِمَ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا {26} إِلاَّمَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا {27}

(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.

Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. (Qs. Al-Jin 26-27)

اَلْغَيْبُ هَوَ مَا لاَ يَقَعُ تَحْتَ الْحَوَاسِّ وَلاَ تَقْتَضِيْهِ بِدَايَةُ العُقُوْلِ، وَإِنَّمَا يُعْلَمُ بِخَبَرِ الأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ (الراغب : 381)

Ghaib itu ialah sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh panca indera dan tidakj akan dapat disimpulkan oleh akal pikiran, hanyalah bisa dketahui berdasarkan khobar dari para Nabi AS. (Ar-Raghib : 381)

أَمَّا الْغَيْبُ فَمَا غَابَ عَنِ الْعِبَادِ مِنْ أَمْرِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، وَمَا ذَكَرَ اللهُ فِي الْقُرُآنِ. لَمْ يَكُنْ َتصْدِيْقُهِمْ بِذَلِكَ مِنْ قَبْلِ أَصْلِ كِتَابٍ أَوِ عِلْمٍ كَانَ عِنْدَهُمْ تَفْسِيْرٌ (الطبري1 / 238)

Ghaib itu ialah perkara yang tertutup bagi hamba-hamba (manusia) seperti surga dan neraka. Tidak boleh meyakininya sebelum ada dasar dalam Al-Qur'an atau berdasarkan ilmu yang menjelaskan tentangnya (Qs. Ath-Thobariy)

Dari sinilah kita dapat mengetahui kesalahan dan kebohongan para kahin yang mengaku bisa mengetahu perkara yang ghaib.

J I N

Secara etimologi, sebutan Jin diambil dari kalimat جنن yang artinya menutup dan menghalangi. Ibnul Atsir dalam kitabnya An-Nihayah fi Ghoribil hadits menerangkan, terdapat beberapa sebutan yang diambil dari kalimat جنن, seperti :

الجَنَّة 1 (kebun) dinamakan demikian karena tempat tersebut tertutup oleh tumbuh-tumbuhan dan terhalangi oleh dahan-dahannya.

الجَنِينُ2 Dinamakan demikian karena janin itu tertutup di dalam perut ibunya.

3 اَلْجُنة (tameng), dalam sebuah hadits Rosulullah SAW bersabda :

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَال َقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّوْمُ جُنَّةٌ (النسائي)

Dari Mu'adz bin Jabal ia berkata : Rasulloh SAW bersabda : Shaum adalah tameng (Hr. An-Nasaiy)

Ibadah shaum disebut Junnah (tameng) karena dengan shaum tersebut dapat menjaga/menghalangi dari syahwat yang menyakitkannya.

4. Jin dinamakan jin karena لاسْتِتارهم واخْتِفَائِهم عن الأبصار karena jin tersebut tertutup dan tersembunyi dari penglihatan.

Penciptaan Manusia, Jin dan Malaikat

وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ إِلاَّلِيَعْبُدُونِ {56}

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Qs. Adz-Dzariyat : 56)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنسَانَ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ {26} وَالْجَآنَّ خَلَقنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ {27}

Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Dan kami Telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Qs. Al-Hijr : 26-27)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ (مسلم : 273)

Dari Aisyah ia berkata; Rasulullah SAW telah bersabda : Malaikat itu telah diciptakan dari cahaya, jin telah diciptakan dari api yang panas dan Adam telah diciptakan dari yang telah disifatkan bagi kalian (Hr. Muslim : 273)

Manusia Tidak bisa melihat Jin

يَابَنِي ءَادَمَ لاَيَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَآأَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَآإِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَتَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لاَيُؤْمِنُونَ {27}

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia Telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami Telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman (Qs. Al-A'rof : 27).

Iblis termasuk bangsa Jin

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا ِلأَدَمَ فَسَجَدُوا إِلآَّ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً {50}

Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, Maka sujudlah mereka kecuali iblis. dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (Qs. Al-Kahfi : 50)

Syetan itu Shifat bukan nama makhluk

Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa :

وَالشَّيْطَانُ فِي لُغَةِ الْعَرَبِ مُشْتَقٌّ مِنْ شَطَن إِذَا بَعُدَ، فَهُوَ بَعِيْدٌ بِطَبْعِهِ عَنْ طِبَاعِ الْبَشَرِ، وَبَعِيْدٌ بِفِسْقِهِ عَنْ كُلِّ خَيْرٍ

Dalam bahasa Arab, kalimat Syetan pecahan kalimat dari شَطَن artinya jauh, sebab secara tabi'at syetan itu jauh dari tabi'at manusia dan jauh dari setiap kebaikan.

وَلِهَذَا يُسَمُّوْنَ كَلَّ مَا تَمَرَّدَ مِنْ جِنِّيٍّ وَإِنْسِيٍّ وَحَيَوَانٍ شَيْطَانًا

Oleh karena itu, setiap yang menentang baik dari bangsa jin, manusia maupun hewan dinamakan Syetan.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ اْلإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَافَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَايَفْتَرُونَ {112}

Dan Demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)[499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Qs. Al-An'am : 112)

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَإِنَّهُ يَسْتُرُهُ إِذَا كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلُ آخِرَةِ الرَّحْلِ فَإِذَا لَمْ يَكُنْ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلُ آخِرَةِ الرَّحْلِ فَإِنَّهُ يَقْطَعُ صَلَاتَهُ الْحِمَارُ وَالْمَرْأَةُ وَالْكَلْبُ الْأَسْوَدُ قُلْتُ يَا أَبَا ذَرٍّ مَا بَالُ الْكَلْبِ الْأَسْوَدِ مِنْ الْكَلْبِ الْأَحْمَرِ مِنْ الْكَلْبِ الْأَصْفَرِ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ الْكَلْبُ الْأَسْوَدُ شَيْطَانٌ (مسلم789 : )

Dari Abu Dzar Al-Ghifary Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Jika salah seorang di antara kalian sholat, maka sutrohnya seperti kayu di bagian belakang kendaraan. Namun bila tidak ada sutroh di depannya seperti kayu di bagian belakang kendaraan, akan mengurangi pahala sholat seorangnya adalah keledai, wanita dan anjing hitam. Saya bertanya : Hai Abu Dzar ! apa bedanya anjing hitam dari anjing merah dan anjing kuning ? Dia menjawab : wahai anak saudaraku, aku juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW seperti yang engkau tanyakan. Rasulullah SAW menjawab : Anjing hitam adalah setan. (Hr. Muslim : 789)

Perbedaan antara Jin & Malaikat

a Shifat Malaikat

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادُُ لاَّيَعْصُونَ اللهَ مَآأَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَايُؤْمَرُونَ {6}

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Qs. At-Tahrim : 6)

b. Shifat Jin

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لأَدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الكَافِرِينَ {34}

Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah[36] kamu kepada Adam," Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Qs. Al-Baqoroh : 34)

Berkomunikasi dengan Jin

Kekuatan ghaib energi negatif bantuan jin hadir melalui mantra-mantra dan ritual tertentu dalam bentuk mediasi lainnya, inilah yang terlarang karena kita memperlindungkan diri kepada jin, sebagaiman Allah SWT berfirman :

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ اْلإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا {6}

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan[1523] kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Qs. Al-Jin : 6)

Tenaga (energi) yang buruk atas bantuan jin di antaranya adalah sihir, sering dipakai dalam hipnotisme, magnetisme. Hal ini jelas hukumnya haram, karena membawa kepada kekufuran dan kemusyrikan.

Kesurupan Jin

Kesurupan berasal dari bahasa sunda, yaitu surup. Nyurup berarti roh halus, jin dll yang masuk ke dalam badan manusia. Dalam bahasa Inggris disebut trance sedangkan menurut menurut disiplin ilmu kedokteran ada dua, yaitu hipnosa dan disosiasi.

Hipnosa ialah kesadaran yang sengaja diubah melalui sugesti.

Disosiasi ialah sebagian tingkah laku atau memisahkan diri secara psikologik dari kesadaran. Kemudian terjadi amnesia sebagaian atau total. Disosiasi ini dapat berupa trance yaitu keadaan kesadaran tanpa reaksi yang jelas terhadap lingkungan yang biasanya mulai mendadak, mungkin terjadi roman muka yang bengong, kehilangan akal atau melamun.

Inilah yang oleh orang-orang berkepercyaan syirik disebut kesurupan atau keraksukan jin, roh halus atau hantu.

Di dalam Islam tidak dikenal istilah kesurupan atau kerasukan jin atau roh halus, yang ada adalah mabuk, gila, sakit atau digoda dan dijerumuskajn oleh setan. Oleh karena itu, jika ada orang yang dikatakan keserupan, sesungguhnya ia seorang yang sedang lemah mentalnya, kosong jiwa dan pikirannya sehingga masalah yang dihadapimenjadi teramat berat dan ia tidak melihat celah jalan keluar, lalu setan menggelapkan pikirannya.

Oleh karena itu, ruqyah dalam arti do'a atau permohonan dan melindungkan diri dengan kalimat yang manshush atau susunan sendiri hukumnya boleh. Tapi, ruqyah dalam arti jimat dan jampi-jampi dengan menggunakan ayat Al-Qur'an atau lainnya adalah syirik. Tidak ada orang yang keserupan jin dan pengobatan kesurupan jin adalah dusta dan syirik (Kumpulan Keputusan Sidang dewan Hisbah Persatuan Islam, 99)

Wallohu a'lam bish Showab

0 komentar:

Poskan Komentar